Training Formulasi Identitas Dan Training Jurnalistik Se-Jawa Barat HMI Cabang Subang

Desember 12th, 2009 by epulkatama

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Cambria; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
HMI Cabang Subang. Dalam perjalanannya memperjuangkan perkaderan Cabang subang membuat sebuah format perkaderan yang berisikan tentang aktualisasi rasa cinta dan kasih sayang, kali ini dalam TFI dan TJ Se-Jabar HMI cabang subang bertemakan   “Penghijauan Kultur Intelektual ; dalam Upaya Menegaskan Konsep Kesadaran, Karakter Perkaderan dan Kepekaan Sosial sebagai Muslim Profesional”.
“Seorang intelektual pada azasnya adalah seorang pengeritik masyarakat, seorang yang pekerjaannya mengidentifikasi, menganalisis dan dengan demikian membantu mengatasi rintangan-rintangan jalan yang menghambat tercapainya susunan-susunan masyarakat yang lebih baik, lebih berperikemanusiaan dan lebih rasional. Dengan demikian dia menjadi hati nurani masyarakat dan menjadi juru bicara dari kekuatan-kekuatan progresif yang terdapat dalam tiap periode tertentu dari sejarah. Dan dengan demikian mau tidak mau dianggap “pengacau” dan seorang yang menjengkelkan bagi penguasa” (Paul Baran)
Intelektual merupakan cerdas, berakal berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan. Belajar di universitas bukan jaminan seseorang boleh menjadi intelektual. seorang intelektual itu adalah seorang pemikir yang sentiasa berfikir dan mengembangkan serta menyumbangkan ideanya untuk kesejahteraan masyarakat. Dia juga adalah seorang yang mempergunakan ilmu dan ketajaman fikirannya untuk mengkaji, menganalisis, merumuskan segala perkara dalam kehidupan manusia, terutama masyarakat di mana dia hadir khususnya dan di peringkat global umumnya untuk mencari kebenaran dan menegakkan kebenaran itu. Lebih daripada itu, seorang intelektual juga adalah seorang yang kenal akan kebenaran dan berani pula memperjuangkan kebenaran itu, meski bagaimanapun tekanan dan ancaman yang dihadapinya, terutama sekali kebenaran, kemajuan, dan kebebasan untuk rakyat.
“Cadre is a small group of people who are specially chosen and trained for a particular purpose” (AS Hornby). Kader HMI adalah anggota HMI yang telah melalui proses perkaderan, memiliki integritas yang utuh: beriman, berilmu, dan beramal saleh sehingga siap mengemban tugas kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam ber-proses menuju ke-arah yang ideal, Kader HMI senantiasa mendapatkan berbagai suntikan pengetahuan dan ilmu agar ketika menjadi bagian masyarakat yang sesungguhnya, para Kader HMI bisa mempunyai peran yang lebih dibanding anggota masyarakat yang lain. Karena dalam kehidupannya sebagai umat beragama dan sebagai anggota masyarakat, lahan pengabdian nya adalah pada masyarakat itu sendiri untuk membawa masyarakat tersebut ke-arah yang lebih baik, atau ber-usaha mewujudkan masyarakat adil makmur yang tentunya diridhoi Allah swt.
Menjadi seorang Pengabdi di masyarakat, membutuhkan berbagai konsep yang bisa membawa masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang lebih ber-adab dengan sebuah konsep-konsep universal, dimana konsep tersebut harus bisa lebih sederhana karena pandangan masyarakat masih merupakan pandangan kaum awam, berbeda dengan kaum intelektual yang lebih rasional dan ilmiah, maka dari itu dalam mengabdikan diri di masyarakat konsep yang digunakan bisa melakukan konsep penyederhaan cinta dan kasih sayang untuk menemukan formulasi identitas yang berbeda dari sebuah masyarakat.
Termasuk dalam perkembangannya komunikasi di dunia saat ini sudah sangat pesat, hal ini juga yang mendorong berbagai perguruan tinggi membuka yang namanya fakultas komunikasi dan tidak sedikit juga lembaga-lembaga pendidikan yang sejenis kursus yang berlatar belakang komunikasi. Berangkat dari sana, jurnalistik hari ini juga terkadang hanya diartikan sempit, yakni penulis atau wartawan yang bekerja sebagai pencari berita, bahkan lebih parah lagi hanya golongan pencari berita yang pragmatis saja. Padahal jauh dari itu, makna jurnalistik itu sangat luas kalau dipahami secara substansial, termasuk diantaranya para cendikia, penulis buku maupun para penyiar atau artis sekalipun itu termasuk kerja jurnalistik.
Fenomena media massa hari ini cukup menghebohkan, karena kita seolah tidak pernah ketinggalan isyu yang menarik di negeri ini, namun hal tersebut dirasakan banyak sisi negatifnya. Karena sisi pendidikannya yang tidak diseimbangkan dengan maknanya dalam kehidupan masyarakat, sehingga mahasiswa yang merupakan bagian masyarakat sudah semestinya melakukan sedikit perubahan peradaban di bidang jurnalistik ini. Lain dari itu, fenomena Jurnalis ternyata terjadi juga dikalangan masyarakat terhadap buku atau karya Ilmiah yang berbentuk tulisan. Hal ini dapat kita lihat pada perkembangannya dalam dunia tulis menulis dan penerbitan saat ini. Tengoklah berbagai etalase ditoko-toko buku tersebar diberbagai kota di Indonesia. Dari ratusan buku yang dipajang disana, sebagain besar ditulis oleh orang-orang dengan latar belakang dan disiplin keilmuan yang beraneka ragam. Namun dari keanekaragaman tersebut dapat dilihat kecenderungan buku-buku fiksi maupun non foksi dengan tema sosial, psikologi dan manajemen, ternyata cenderung lebih diminati pembaca dan menjadi trend best seller dalam dunia penerbitan.
Dalam pandangan yang lain, masih banyak diantara kita yang sebenarnya berbakat dalam hal menulis tetapi mereka masih belum mempunyai kesempatan yang mendukung untuk menaungi hobinya tersebut, sehingga konsep ide-idenya ke menulis menjadi berkurang bahkan surut. Harus diyakini juga, kalau perubahan itu akan dimulai oleh membaca, menulis dan mengkajinya, dimana kita juga mengenal beberapa tokoh revolusioner di dunia ini yang bisa merubah peradaban dunia hanya dengan sebuah tulisan yang bermakna bahkan memotivasi bergerak tidak diam dengan keadaan. Dan saat ini Negara kita masih belum bisa melakukan hal tersebut, padahal bila didukung dengan Sumberdaya manusia yang mendukung bukan tidak mungkin Negara ini akan berubah menuju perbaikan dan itu diawali dengan para generasi mudanya yang sudah bisa menulis.
Maka, untuk lebih mengisi intelektual kader nya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang niscaya mampu menciptakan sebuah desain perkaderan yang berbeda dengan disesuaikan pada kultur dan kondisi lingkungan yang berbeda-beda, maka dengan itu lahirlah Training Formulasi Identitas (TFI) dan Training Jurnalistik se-jawa barat, yang merupakan format perkaderan lokal Cabang Subang yang dirumuskan melalui kearifan local Ke-Subang-an dengan bertujuan agar kader-kader HMI mempunyai rasa cinta kasih dan sayang serta memotivasi berbagai ide hebatnya pada torehan ciri khas akademis sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan berorganisasi baik di wilayah Cabang Subang sendiri ataupun dapat di terjemahkan sesuai dengan kondisi perkaderan di wilayah HmI Cabang masing-masingminimal Se-Jawa Barat. Sebagai pengemban Amanat kader Ummat dan kader bangsa yang secara mandiri mampu berperan lebih maksimal lagi kedepannya.

Desember 12th, 2009 by epulkatama

Pelatihan IT HMI se-Jawa Barat

BANDUNG - Sebanyak 20 orang perwakilan HMI Cabang se-Jawa Barat hari ini (12/12) melaksanakan Pelatihan IT yang diselenggarakan oleh Bidang Media Infokom PB HMI bekerjasama dengan Badko HMI Jawa Barat dan LP3I Bandung di laboratorium IT LP3I Jalan Pahlawan Bandung.

” Pelatihan IT ini merupakan tahap prakondisi menuju HMI modern berbasis IT. Rencananya, pelatihan akan diberikan kepada seluruh utusan cabang-cabang se-Indonesia yang pelaksanaannya dipusatkan di badko masing-masing” tandas Ketua Bidang Media Infokom PB HMI, Bambang M Fajar dalam sambutannya.